Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juni 2010

Yang Terlupakan...

Anak Laki-laki di lingkungan masyarakat Jawa yang lahir sebelum tahun 1970-an terutama dari pedesaan, tentu sudah gak asing lagi dengan sebuah permainan yang dikenal dengan nama benthik. Tentunya mereka akan teringat sekali jenis alat permainannya maupun bagaimana memainkannya. Memang, permainan satu ini juga merupakan salah satu jenis permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak cowok di lingkungan masyarakat zaman dulu. Mungkin bagi anak kelahiran tahun 2000 ke atas, terutama dilingkungan perkotaan, permainan seperti ini sudah tidak dikenal lagi, karena memang bukan zamannya lagi.

Tujuh puluh tahun yang lalu, permainan tradisional macam inipun sudah dikenal oleh masyarakat Jawa. Terbukti, istilah permainan ini sudah terekam di Baoesastra (Kamus) Djawa karya W.J.S. Poerwadarminta terbitan tahun 1939 di Weltevreden Batavia (Jakarta). Pada halaman 41 kolom 1 disebutkan bahwa makna benthik, salah satunya adalah nama permainan. Memang tidak dijelaskan mendetail, namun permainan ini terus hidup di masyarakat Jawa dengan pola dan peralatan seperti yang sudah disebutkan di atas.

Benthik, begitulah orang menyebutnya, dibuat dari 2 potong stik atau kayu bentuk silinder dengan panjang berbeda. Satu potong kayu dengan panjang sekitar 30 cm, yang satunya sekitar 10 cm. Kedua potongan stik tersebut biasanya berdiameter sama, sekitar 2-3 cm. Biasanya potongan kayu tersebut diperoleh dari ranting-ranting pohon yang tumbuh di sekitar halaman, seperti pohon asem, pohon mlandhing (petai Cina), pohon jambu biji, pohon akasia, dan lain sebagainya. Ranting pohon yang diambil biasanya dari kayu yang ulet dan tidak mudah patah. Bisa jadi, alat benthik dibuat dari potongan bambu yang dibuat silinder dengan ukuran yang sama seperti di atas.

Cara bermainnya pun bisa dianggap mudah. Bisa dilakukan dengan cara beregu atau individu. Jika dilakukan beregu, bisa jadi satu regu (kelompok) terdiri dari 3 atau 4 anak. Ketika satu regu bermain, maka regu yang lain mendapat giliran jaga. Setiap regu secara bergantian memainkan benthik hingga semua mendapat giliran. Setelah selesai, bergantian yang jaga mendapat giliran bermain. Jika dilakukan individu, misalnya 5 anak, maka satu anak mendapat giliran bermain, maka 4 anak lainnya mendapat giliran jaga. Jika anak yang bermain sudah kalah, maka digantikan temannya secara bergantian. Regu atau anak yang mendapatkan angka terbanyak biasanya dianggap sebagai pemenang.

Sebelum permainan dimulai, anak-anak membuat sebuah lubang di tanah dengan ukuran memanjang sekitar 7-10 cm, lebar 2-3 cm, Lubang itu digunakan sebagai tolakan melemparkan stik pendek. Setelah itu anak-anak melakukan hompimpah atau sut. Permainan benthik biasanya terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama, anak yang mendapat giliran bermain, meletakkan stik pendek di atas lubang, lalu dengan bantuan stik panjang, stik pendek dilempar sekuat dan sejauh mungkin. Jika benthik pendek tertangkap tangan, maka anak yang bermain dianggap kalah, sementara yang menangkap stik pendek mendapat nilai, umpamanya dengan dua tangan 10 poin, satu tangan kanan 25 poin, satu tangan kiri 50 poin, dan sebagainya. Jika tidak tertangkap, salah satu anak yang jadi melemparkan stik pendek ke arah stik panjang yang telah ditaruh di atas lubang dengan posisi melintang. Jika stik panjang terkena, maka anak yang bermain kalah.

Jika stik pendek tidak mengenai stik panjang, anak yang bermain dapat meneruskan permainan ke tahap kedua. Pada tahap ini, anak yang bermain lalu melemparkan stik pendek ke udara lalu dipukul sekuat tenaga dengan stik panjang agar terlempar sejauh mungkin. Jika stik pendek yang dilempar tertangkap oleh lawan, maka anak yang bermain dianggap kalah. Ia harus menghentikan permainan. Jika tidak tertangkap tangan, maka anak yang jaga harus melemparkan stik pendek ke arah lubang yang telah dibuat. Jika saat dilempar ke arah lubang, stik pendek terpukul oleh anak yang bermain dan terlempar jauh kembali ke arah sebaliknya, maka perolehan poin yang didapat akan semakin banyak. Sebab cara penghitungan poin dengan menggunakan stik panjang, diawali dari lubang ke arah jatuhnya stik pendek. Jika stik pendek yang dilempar ke arah lubang dan tidak terpukul oleh si pemain, maka penghitungan juga dilakukan mulai dari lubang ke arah jatuhnya stik pendek yang lolos dari pukulan kedua. Jika lemparan stik pendek dari lawan masuk ke arah lubang, maka poin yang dikumpulkan oleh anak yang bermain dianggap hangus.

Apabila pada tahap kedua, anak yang bermain mendapatkan poin, maka bisa dilanjutkan ke tahap ketiga. Pada tahap ini, anak yang bermain harus meletakkan stik pendek ke dalam lubang. Satu ujung stik dimasukkan ke dalam lubang, sementara ujung stik lainnya timbul di permukaan tanah. Anak yang bermain harus bisa memukul ujung stik yang timbul agar mengudara lalu dipukul sejauh mungkin. Jika tidak dapat memukul kedua kali, maka ia dianggap kalah atau mati dan harus digantikan dengan pemain lainnya. Namun jika berhasil memukul lagi satu kali, dua kali atau seterusnya, maka pemain berhak untuk mengalikan hasil tersebut. Jika terlempar sejauh 20 kali stik panjang dan terpukul 1 kali lagi, maka ia mendapatkan poin 20. Jika ia mampu memukul 2 kali sebelum terlempar jauh, maka ia berhak melipatkan menjadi dua kali. Bisa jadi, ukuran untuk yang berhasil memukul dua kali atau seterusnya, memakai alat ukur benda lain, misalnya peniti, gabah, dan sebagainya. Semakin ia memukul berulang kali sebelum terlempar jauh, memungkinkan ia akan finish lebih dulu. Begitu seterusnya dalam permainan benthik. Ia akan mengulangi dari awal, apabila tidak “mati” dalam permainan.

Ada sisi positif dari permainan tradisional benthik ini. Anak akan diajarkan untuk bersosialisasi dengan teman bermain. Jika ia tidak dapat bersosialisasi dengan baik, pasti teman bermain akan menjauhinya. Begitu pula sportivitas akan diuji dalam permainan ini. Setiap anak yang tidak berjiwa sportif pasti lama-kelamaan juga akan ditinggalkan oleh rekan bermain.

Sayang, permainan itu pada saat ini hanya tinggal kenangan. Paling hanya tinggal didokumentasi lewat tulisan-tulisan, VCD, maupun film-film dokumenter, maupun dikoleksi oleh museum-museum.(Forum IDWS)

Kamis, 06 Mei 2010

Era Shift-Shift-an

Berhati-hatilah buat Anda yang bekerja secara shift. Sebuah penelitian baru mengatakan bahwa bekerja secara shift atau bergatian dapat meningkatkan risiko terkena sindrom iritasi usus (IBS). "Kita tahu bahwa orang-orang yang berpartisipasi dalam kerja shift sering mengeluhkan gejala seperti sakit perut, sembelit dan diare, ini adalah gejala yang sama dengan IBS," kata Dr Sandra Hoogerwerf, asisten profesor penyakit dalam di University of Michigan Medical School dalam sebuah rilis berita universitas.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 399 perawat, ia dan rekan-rekannya menemukan bahwa mereka yang melakukan kerja shift, lebih mungkin untuk mengembangkan sakit perut dan IBS daripada orang-orang yang bekerja siang hari dengan jadwal normal, seperti dilansir HealthDay, baru-baru ini.

"Kita tahu usus besar memiliki jam biologis sendiri dan itulah yang meningkatkan kemungkinan memiliki buang air besar dalam enam jam hari pertama," kata Hoogerwerf. "Kerja shift dapat menyebabkan gangguan kronis ritme biologis itu, menciptakan gejala diare, kembung, sembelit dan sakit perut dan ketidaknyamanan," katanya.

Temuan penelitian tersebuat menunjukkan bahwa gangguan tidur tidak sepenuhnya menjelaskan hubungan antara kerja shift dan IBS atau sakit perut. "Pada dasarnya IBS dan nyeri perut merupakan manifestasi dasar dari gangguan ritme sirkadian," ujar Hoogerwerf. Studi ini dipublikasikan secara online baru-baru ini dalam America Journal of Gastroenterology.


Sabtu, 27 Maret 2010

Tips Agar Tak Kecanduan Facebook


Saat ini FB bisa dibilang sebagai sebuah situs favorit bagi banyak orang di Indonesia. Sebuah situs jejaring sosial yang muncul sekitar Lima tahun yang lalu ini seakan memiliki daya magnet yang dengan waktu hampir tidak terlalu lama bisa menarik sebegitu banyak member. Tidak cukup sampai di situ bahkan para membernya, seakan memiliki loyalitas tersendiri pada FB. Sebentar2 FB, sebentar2 FB, masa’ FB sebentar2. Hehe……. Uniknya, kebanyakan loyalitas mereka sering kali berujung pada lupanya waktu. Akibatnya bisa ditebak, beberapa pekerjaan yang mestinya sudah dikerjakan, kini harus tertunda untuk sementara waktu. Untuk itu beberapa kiat kiranya perlu dilakukan agar sambil mendapatkan manfaat FB, para pengguna FB juga dapat meminimalisir dampak-dampak negatifnya. Berikut tipsnya:
1. Jadwal dan berikan waktu khusus untuk bermain FB, misalnya: dalam sehari kita habiskan waktu hanya satu jam untuk FB, atau meluangkan FB hanya ketika malam hari menjelang tidur saja.
2. Apabila anda online FB dari warnet, maka bawalah uang yang ngepas sekali. kalo saya seperti itu. dengan demikian anda akan takut dan menjaga agar tidak terlalu berlama-lama ber-FB ria.
3. Perlu anda ingat dalam benak anda, bahwa teman nyata lebih baik dari pada teman maya. wuiiihhh...
4. Tahan hasrat anda untuk selalu mengomentari status teman-teman anda.
5. Pergunakan fasilitas chat hanya sekedarnya. Karena jika kita menuruti untuk bercengkrama ria dengan chat, 1-2 jam bisa tak terasa.
6. Berusahalah untuk selalu mengingat bahwa pekerjaan anda tidak cuma ber-FB ria saja, ada pekerjaan-pekerjaan lain yang harus anda kerjakan. seperti halnya ngumpulin uang jajan buat anak2 kalo dah punya anak, melaui cloudcrowd, ato cara2 lain yang halal & Thoyib. Setujuuuu....
Terimakasih....terimakasih....
(di modifikasi dari http://www.bidin10.co.cc/2009/04/tip...uan-fb_26.html)



Minggu, 14 Februari 2010

Tipe Komentar dalam Dunia Blog

Berkomentar dan dikomentari dalam dunia Blog bukan hal yang asing bagi para Blogger, apalagisudah lama didunia Blog. ada komentar yang bagus dan ada juga komentar yang lebih bagusbahkan juga ada yang bikin “panas”.
Saya pernah denger bahwa komentar yang terlontar dari para blogger terhadap blogger lainnya memiliki maksud tertentu tetapi ada juga yang ngambang atau sekedar coba-coba saja.
Saya coba mengingat-ingat beberapa tipe komentar yang ditemukan oleh seorang blogger berdasarkan pengamatanya. Mungkin saking lamanya ia berkecimpung didunia blogger. Beberapa tipe komentar tersebut antara lain :

  • tipe Serius
  • tipe Sekedar Komentar
  • tipe Nyepam
  • tipe Pengkritik
  • tipe Penghasut
  • tipe Ada Perlu
  • tipe Berbagi
Jika anda, termasuk tipe yang mana ?

Kamis, 04 Februari 2010

Bla...bla...bla...bla...

Aaaahh...kini udah bulan Februari 2010 ya, waktuku untuk setor bulanan nih...tapi sayang kalo gak punya ide nulis apa... wajarlah... baca buku aja nggak mana akan hadir sebuah ide nulis... malah hampir tiap hari kerjaannya nonton terus... tontonannya pun bikin penasaran terus untuk nonton dan nonton...
ngomong2 soal nonton...paling sering kutonton adalah film2 anime... seneng aja nontonya...cuman itu yang walau sekejap...yang bikin aku seneng... tapi kadang2 bosen juga...

naahh...kalau bosen itu datang, seringnya ku online buka facebook...atau buka idws atau indowebster...difacebook paling komentar2an, nyari2 temen, ngobrol2, kadangkala nyoba cari2 pemasukan...walaupun belum pernah sekalipun merasakan hasilnya.
kalo di indowebster... banyak sih yang dilakukan... misal masuk diforumnya, disana bisa nyari2 info soal bisnis, pendidikan, download E-Book, Download Film2, Download Software dan macem2. bahkan sharing info terkini juga sering ada. makanya aku sering diTKP...maksudnya di IDWS...
wah...bener2 luar biasa ya era sekarang ini...tapi tampaknya harus ada penyeimbangnya supaya tidak jatuh....loh...